Bagian 2 :
Bolvangar
Konsul dan Beruang
Mereka pun terus berlayar ke
Trollesund, pelabuhan utama Lapland. Disini mereka akan menemui konsul
penyihir, Dr. Lanselius. Mereka meminta bantuan pada konsul penyihir, yang
pertama Farder Coram ingin menemui Serafina Pekkala, ratu klan penyihir. Yang kedua
mereka meminta informasi tentang anak-anak mereka yang dibawa ke utara. Mereka
juga mendapatkan informasi bahwa beruang berbaju besi disewa oleh lembaga
persemabhan atau mereka sebut northern progress, tapi ada satu beruang, Iorek
Byrnison, tidak meneyewakan jasanya untuk lembaga persembahan. Iorek mencari
nafkah sendiri di depot kereta luncur, karena ia dianggap sebagai beruang
pemberontak oleh negaranya sendiri. Dr. Lanselius juga menanyakan alethiometer
yang dibawa Lyra, ia juga menguji Lyra membaca alat itu.
Setelah selesai bertemu dengan
konsul, mereka segera menuju untuk menemui Iorek Byrnison, tapi sebelumnya
mereka melangkapi singgah sebentar ke toko pakaian ntuk membeli pakaian dingin.
Bertemu dengan Iorek byrnison, merekapun mencoba membujuk Iorek untuk mau
bekerja sama, mereka juga menuruti apa yang Iorek Byrnison mau sebagai
bayarannya. Namun, Iorek ternyata mau
bekerja sama jika baju besinya didapatkannya kembali.
Baju Besi
Merekapun kembali kekapal tanpa
mendapatkan hasil, Lyrapun segera masuk ke kabin untuk berkonsultasi pada
alethiometernya. Akhirnya Lyra tau dimana tempat menyimpan baju besi Iorek
Byrnison, di ruang bawah tanah rumah pastor. Malam semakin larut, Lyra pun akhirnya
terlelap. Namun tanpa diketahui sebabnya Lyra kembali terjaga, ia keluar dari
kabin dan melihat ada aurora dilangit. Lyra memusatkan perhatiannya pada aurora
itu, semakin jelas ia melihat dunia lain dalam aurora itu. Saat Lyra sedang
memusatkan perhatiannya pada teluk yang ada di dunia lain itu, tiba-tiba seekor
burung menghampirinya dan menayakan Farder Coram, ternyata burung itu daemon
Serafina Pekkala. Dari daemon Serafina Pekkala ini, mereka mendapat banyak
informasi tentang lembaga persembahan dan Iorek Byrnison.
Keesokan harinya, saat Lyra
sedang berbicara dengan tony Costa dan teman-temannya, tiba-tiba seorang lelaki
datang mengahampiri mereka, ia adalah Lee Scoresby. Setelah Lee Scoreby cukup
berbicara dengan Lyra, Lee Scoresbypun mengajak Tony Costa dan teman-temannya
untuk bermain kartu. Sedangkan itu, Lee Scoresby juga menyuruh Lyra untuk
segera bertemu dengan Iorek Byrnison.
Lyra bertemu dengan Iorek
Biyrnison, ia memberitahu iorek dimana baju besinya. Setelah selesai bekerja,
iorekpun segera bergegas ke rumah pastor
mengambil baju besinya. Iorekpun akhirnya dapat berangkat bersama rombongan
Lord Faa menuju Bolvangar.
Anak Hilang
Setelah melaju beberapa jam,
merekapun berhenti untu beristirahat dan makan. Selama peristirahatan, Lyrapun
berkonsultasi denga alethiometer untuk mendapat informasi, seperti apa
penjagaan Bolvangar. Selain itu, Lyra juga mengetahui bahawa ada sebuah desa
dibalik bukit yang diganggu oleh sebuah hantu. Lyrapun gelisah, ia kemudian
membujuk Iorek untuk mengantarkannya kesana. Namun Iorek enggan mengantarkannya
jika tidak mendapat izin Lord Faa. Lyrapun segera meminta izin kepada Lord Faa
dan diperbolehkannya. Lyrapun menunggangi Iorek Byrnison.
Sesampainya didesa itu, Lyrapun
segera turun. Ia mendapati seorang anak tanpa daemonya di gudang ikan. Inilah
yang disebut dengan pemutusan, anak ini sudah terpenggal. Lembaga persembahan
telah memisahkan anak ini dengan daemonnya.
Anggar
Lyrapun membawa anak ini, Toni
Makarios, kembali kepada Lord Faa. Keesokan harinya saat Lyra terbangun,
tenyata anak itu telah meninggal dunia karena ia selalu gelisah menanyakan
daemonnya. Lyrapun segera menghampiri tubuh Tony yang tergeletak, kemudian Lyra
membuat kepingan uang bertuliskan nama daemonnya, seperti pada makam-makam
master di Oxford dulu ketika ia menjelajah diruang bawah tanah. Setelah Tony
Makarios dikremasi, mereka pun melanjutkan perjalanannya kembali.
Setelah berjalan cukup lama,
merekapun istirahat kembali, meghangatkan tubuh agar tidak mati membeku. Selama
istirahat, Lord Faa mengatur siasat bersama LeeScoresby untuk mematai-matai
Bolvangar setelah sampai nanti. Sedangkan, Lyra mencari informasi tentang
Svalbar pada Iorek Byrnison. Selain itu, Lyra juga menceritakan, bahwa ayahnya
pernah menemukan dan memebawa kelapa grumman ke Akademi Jordan. Namun, meneurut
Iorek itu tidak mungkin, karena bangsa Tartar tidak akan membunuh orannya
sendiri, karena Gruman sudah termasuk orang kehormatan bangsa Tartar.
Cahaya Bolvangar
Setelah berjalan cukup lama, mereka
kembali istirahat. Tiba-tiba banyak anak panah yang berjatuhan menuju arah
orang-orang Gipsi ini. Beberapa orang Gipsipun berjatuhan, sedangkan Lyra
ditangkap oleh orang samoyed, Lyra dibawanya ke Bolvangar.
Di Bolvangar Lyrapun langsung
dibawa oleh perawat, ia diberi pakaian yang bagus dan bersih kemudian
diperiksa. Stelah itu lyra diantar perawat untuk makan dan pergi tidur.
Keesokan harinya, Lyra terbangun karena tubuhnya diguncang0guncang
oleh teman-teman sekamarnya itu. Lyrapun bertanya-tanya dengan teman barunya
itu, ia mendapat informasi banhwa disini juga ada anak laki-laki, selain itu ia
juga mendengar bahwa besok Mrs. Coulter akan datang. Lyrapun sedikit ketakutan.
Kandang Daemon
Saat waktu makan tiba, akhirnya di kantin Lyra menemukan Roger sedang
duduk bersama teman laki-lakinya. Sedangkan itu, Lyra mengirim Pantalaiomom
untuk berbicara dengan daemon Roger, Salcilia X. Sedangkan ketika anak-anak
sedang asyik berbincang-bincang, tiba-tiba seorang perawat memanggil Bridger
McGinn untuk ikut dengannya. Semua hanya diam dan merasakan ngeri.
Saat makan siang tiba, Lyra bertemu dengan denga Billy Costa, adik
dari Tony Costa. Kemudian bersama Billy dan roger mereka duduk bersebelahan dan
saling bertukar informasi. Kemudian seorang dokter dan beberapaperawat masuk
dan melakukan pemeriksaan kembali. Saat ditengah pemeriksaan Lyra, tiba-tiba
alarm kebakaran berbunyi, secepat mungkinpun mereka segera keluar ruangan ke
tanah lapang walaupun ini hanya simulasi jika terjadi kebakaran. Sedangkan riuh
rendah orang masih terdengar, Lyra bersama Billy Costa dan Roger mencoba lari
ke ruang lain dan mereka menemukan sebuah ruangan yang tidak boleh dimasuki. Dengan bantuan daemon penyihir, Lyrapun masuk
ruangan tersebut. Di dalam ruangan ternyata ada lima daemon yang terpisah dari
pemiliknya, Lyrapun segera membebaskan daemon-daemon tersebut. Setelah
merekapun segera kembali ke tanah lapang.
Setelah tiba ditanah lapang dan mengikuti penertiban yang dilakukan
orang dewasa. Tiba-tiba sebuah pesawat zepellin datang, seorang watinapundenag
daemon monyet emasnya turun, yaa... dia Mrs. Coulter.
Guillotine Perak
Lyrapun sedikit menyebunyikan diriya dari Mrs. Coulter, kemudian ia
menyembunyikan barang-barangnya dipanel. Ketika masuk kembali ke dalam ruangan
dan menikmati minuman hangat dan kue, Lyra menyusun rencana melarikan diri
bersama teman-temannya. Beberapa saat kemudian terlihat orang dewasa
mondar-mandir dan terlihat gelisah, pikir Lyra mungkin mereka suda tahu bahwa
daemon-daemonnya telah lepas.
Saat waktu tidur tiba, Lyra menyusup melalui lubang panel ke arah rung
konferensi. Lyra mendengar semua yang mereka bicarakan, mereka akan menyelidiki
bagaimana daemon-daemon itu bisa lepas dan siapa yang melepasnya. Ketika
perceakapan selelsai, tiga laki-laki masih terus membahas tentang pemotongan
daemon yang mereka lakukan. Lyrapun terkejut dan sedikit berteriak yang membuat
mereka segera memeriksa panel-panel. Belum sempat Lyra berjalan menjauh, Lyra
telah ditangkap dan segera Lyra dibawa ke labolatorium untuk melakukan pemisahan.
Lyra pun mencoba untuk melarikan diri, namun ia selalu gagal. Tiba-tiba Mrs.
Coulter masuk dan segera menghentikan operasi pemisahan ini, karena ia melihat
Lyra. Segera Mrs. Coulter memebawa Lyra ke ruangannya, menenangkan Lyra dari
rasa ketakutan tadi.
Para Penyihir
Mrs. Coulter pun menanyakan Lyra bagaimana ia sampai disini, Lyrapun
menceritakan penuh kepalsuan. Ia tidak ingin Mrs. Coulter menetahui bahwa orang
Gipsi sedang perjalanan kemari. Setelah Lyra agak tenang, Mrs coulter kembali
menyakan alethimeter kepada Lyra, belum sempat Lyra memperbolehkan, tangan Mrs.
Coulter telah meraba tas pinggang Lyra dan menemukan sebia kotak kecil. Lyra
hanya memperhatikan saat Mrs. Coulter membuka kotak itu, sembari menunggu waktu
yang tepat untuk lari. Saat Mrs. Coulter berhasil membuka kotak itu, dan yang
keluar adalah lalat mata-mata, sontek Mrs. Coulter kaget karena hewan itu juga
terus merambati Mrs. Coulter. Dengan sigap Lyra dan pantalaimon segera lari dan
memecahkan alarm kebakaran. Kemudian Lyra segera masuk ke dapur membuka keran
gas dan menyulutkannya, kemudian ia menyebar tepung ke udara karena hal itu
bisa meledak. Sedangkan itu, nak-anak lain segera bersiap dengan pakaian dingin
mereka karena mereka akan melarikan diri saat ini juga seperti yang telah
direncankan.
Lyra mengerahkan teman-temannya untuk segera keluar, merekapun terus
berlari. Sampai akhirnya orang tartar telah menyusul mereka untuk menangkapnya.
Lyra dan teman-temannya segera melempari mereka denga bola salju, tiba-tiba
salah satu orang tartar itu jatuh
terkena anak panah. Kemudian hujan anak panah dari penyihirpun terjadi ditambah
datangnya Iorek Byrnison yang segera menghajar mereka. Lyra dan
teman-temannyapun segera berjalan kembali mengikuti jejak iorek Byrnison,
beberapa waktu kemudian mereka menemukan rombongan Lord Faa. Anak-anakpun
segeramenaiki kereta luncur, sedangkan saat itu mrs. Coulter telah berada
dibelakang lyra dan mencengkarmnya. Namun Lyra berhasil lolos dan segera naik
ke balon udara Lee Scoresby bersama Roger dan Iorek. Mereka segera terbang
menuju Svalbard dan dibantu oleh Serafina Pekkala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar